BALI MOTION STUDIO MENGIKUTI WORKSHOP BALINALE 18 Juli - 20 Juli 2009
Bali
Motion Studio mendapatkan kesempatan berharga. Diundang oleh BALINALE untuk
mengikuti workshop akting yang diadakan selama 3 hari berturut-turut di Bali
Hyatt, Sanur. Workshop dibawah bimbingan Didi Petet, seorang aktor senior yang
juga pengajar akting di IKJ. Para peserta
workshop terdiri dari para pelajar, mahasiswa, dan professional yang sebelumnya
tidak memiliki pengalaman di bidang akting namun memiliki ketertarikan terhadap
film dan akting itu sendiri. Ditemani 2 asistennya yang memberikan pendampingan intens
pada para peserta, Didi Petet memberikan materi-materi dasar akting.
Hal
pertama yang yang harus dipahami oleh peserta adalah bahwa acting itu bukan
bohong, acting adalah sebuah kejujuran. Hal ini sangat ditekankan oleh Didi
Petet. Dalam berakting, actor yang bagus harus bisa jujur terhadap apa yang
dirasakan oleh karakter yang dia perankan dan mampu menyampaikan perasaan itu
kepada penonton. Entah itu perasaan sedih, senang, jatuh cinta, marah dan
sebagainya. Dengan berbagai latihan dasar, peserta diajak untuk menyelami sisi
terdalam dunia imajinasi agar mampu membangkitkan semua emosi dalam dirinya,
sekaligus tetap dalam kontrol pikirannya. Menggunakan imajinasi untuk merasakan
kesedihan, merasakan gembira, merasakan cinta, merasakan damai, dan rasa-rasa
yang lainnya. Kejujuran dari dalam dirilah yang nantinya mampu menggerakkan
semua elemen-elemen tubuh itu untuk menyampaikan emosi pemain kepada penonton.
Karena modal utama seorang aktor adalah tubuhnya.Peserta juga mendapatkan materi
tentang gerak tubuh. Bahwa semua gerakan yang dilakukan oleh aktor harus
memiliki makna dan motivasi tersendiri. Gerakan tubuh menjadi media untuk
menyampaikan pikiran dan emosi aktor, jadi harus dikontrol sedemikian rupa agar
penonton mampu menangkap pesan yang ingin disampaikan. Kelemahan pemain pemula
biasanya biasanya juga pada power suara. Perasaan tegang, gugup, atau malu
membuat suara lemah bahkan tidak terdengar. Padahal seorang aktor harus dapat mengontrol
suaranya agar cukup keras untuk bisa diterima oleh mic atau kamera.
Pelatihan akting juga dilakukan di
pinggir pantai yang ramai agar peserta dapat terbiasa dengan situasi tersebut.
Harus tetap bisa konsentrasi dalam melakukan adegan meski ditonton oleh banyak
orang, menjadi pusat perhatian, dan berbagai gangguan lainnya yang harus bisa
dikontrol dan dikendalikan oleh seorang aktor. Karena seorang aktor selalu
berhadapan dengan kamera maka juga harus tahu tentang komposisi.Harus bisa mengatur posisi dan menempatkan
diri agar dapat terlihat bagus dikamera sekaligus menarik atau indah dari segi
komposisi. Inilah yang biasa diistilahkan dengan blocking. Kemampuan untuk
memahami dan menghapal skenario juga menjadi keharusan. Aktor harus bisa meresapi
pesan yang terkandung dalam tiap dialog yang ada dalam skenario. Mampu
menginterpretasikan cerita sesuai dengan apa yang dimaksudkan oleh penulis skenario
dan sutradara.
Pelatihan terakhir adalah beradaptasi
dengan kamera. Disini peserta melakukan adegan satu scene sesuai dengan
skenario yang diberikan dan langsung direkam kamera. Setelah menyerap berbagai
pengetahuan, para peserta mengerahkan segala upaya untuk dapat menunjukkan
hasil dari apa yang telah dipelajari selama 2 hari. Ini menjadi media peserta
untuk belajar dan melakukan evaluasi terhadap aktingnya. Didi Petet selalu
menyampaikan evaluasinya yang sangat berharga untuk diresapi para peserta.
Sehinga nantinya hal itu dapat menjadi bekal pengetahuan, terlebih lagi jika
suatu saat benar-benar mendapat kesempatan untuk dapat berakting di film yang
sebenarnya.
WORKSHOP FUN ANIMATION 15 Juni 2009 - 18 Juni 2009
Workshop Program Pengenalan Animasi “Fun Animation” akhirnya berhasil
digelar dengan sukses oleh Bali Motion Studio. Bertempat di Aula serba
guna kampus B New Media. Acara yang berlangsung selama 4 hari
berturut-turut ini diikuti tidak kurang dari 70 peserta, terdiri dari
para pelajar SMA/SMK, mahasiswa, guru, dan umum. Acara pembukaan
dilakukan oleh Yohanes Sutomo, ST mewakili manajemen New Media. Pada
kesempatan yang sama, Drs. Pica Kusuma Turker selaku ketua Bali Motion
Studio juga menyampaikan sambutannya disertai harapan workshop ini
dapat memberikan banyak manfaat kepada para peserta dan juga panitia,
yang merupakan mahasiswa Jurusan Komputer Animasi & Digital Sinema
New Media Interactive Computer College. Workshop ini memang sudah lama
dipersiapkan dan merupakan wujud semangat Bali Motion Studio untuk
mengenalkan animasi secara luas kepada masyarakat, khususnya di Bali.
TALKSHOW WORKSHOP FUN ANIMATION di Toko Buku Gramedia 30 Mei 2009
Film animasi
sudah sangat pesat perkembangannya, bahkan telah menjadi favorit bagi sebagian
besar pecinta film. Namun belum banyak yang tahu kalau ternyata membuat animasi
bisa dilakukan oleh siapa saja, asal tahu caranya. Salah satu animasi yang
paling sederhana adalah animasi stop motion yang menggunakan materi dari
foto-foto atau gambar tidak bergerak.
Apa saja yang bisa menjadi motivasi dalam berkarya ? Mungkin salah satunya adalah ketika karya tersebut merupakan tugas kuliah. Dengan catatan tugas kuliah jangan sampai dianggap beban. Karena hasil terbaik akan didapat jika kita bersemangat dan suka cita dalam mengerjakan. Mengerjakan tugas yang menyenangkan, membuat karya yang bagus, sekaligus mendapatkan nilai akademik tinggi. Wah..siapa yang tidak mau. Ini adalah karya-karya terbaru dari mahasiswa Jurusan Komputer Animasi dan Digital Sinema, yaitu kompilasi karya untuk mata kuliah Videografi, Basic Editing & Compositing, dan 3D Modelling berupa video klip dan 3D Racing Car.
Hai.......... Para pecinta animasi..... kita anak Bali Motion Studio mau ngadain workshop nih.....,
Selama
4 hari mengikuti workshop ini kalian semua bisa tau gimana caranya
membuat animasi dengan cepat, gampang dan pastinya mengasikkan
loh....., apalagi ada doorprize buat yang ikutan workshop ini. Selain
itu, mentor-mentor dan pembicara dalam workshop ini juga keren-keren
dan berpengalaman.